Adaptor

Assalamualaikum.

Selamat malam menjelang pagi~

I write about nonesense again….

Adaptor yang saya maksud di sini bukanlah alat listrik untuk menyesuaikan tegangan. Namun, adalah istilah saya bagi seseorang yang mudah menyesuaikan diri dengan kondisi di sekitarnya.

Selain air, analogi lain untuk diri saya adalah adaptor.

Kenapa?

Karena saya adalah orang yang fleksibel pakai banget, yang bagi sebagian orang mungkin bisa dibilang plin-plan. Tapi ya memang begitu, saya seakan tanpa beban mengubah keputusan saya, padahal tak ada yang tahu sudah seberapa ricuh di dalam pikiran saya ketika mempertimbangkannya.

Ketika saya sudah debat lahir batin sampai terpilih suatu keputusan, dan tiba-tiba ada satu-dua hal impuls dari luar, saya langsung mengubah keputusan saya, tidak tanggung-tanggung, bisa sampai 180º.

Itu dalam konteks negatif. Hal positifnya adalah saya yang notabenenya adalah introvert ini slash penyuka kedamaian dan kesendirian slash penunggu gua sejati menjadi mudah bergaul dan lepas ketika ditempatkan ke ‘gua’ yang baru. Itu tak lepas dari trigger  ketidaksukaan akan kecanggungan yang terlampau parah.

Namanya lingkungan baru mah harus di-explore, apa gunanya ada di sana kalau diem aja?

Kendati (ceileh bahasanya) nanti-nanti jarang nongol, sembunyi dan bertapa di gua itu kan urusan nanti. HAHA. Yang penting udah bikin koneksi dan relasi.

Tapi, dari semua itu yang paling sering saya temui adalah hal negatifnya (sedih T.T). Mungkin saya yang kurang berlatih dan terlalu memanjakan diri. I want to break the walls badly, but…. (Uh-uh, that ‘but’ things come, it means no good)

Tau lah, kendala utama manusia, nyaman berenang di sungai tenang. Padahal yang harus kita lakukan adalah hijrah, berpindah, menuju yang lebih baik.

Hmm.. yang penting udah ada niat lah ya.. (ehehe ngeles)

Dari niat harus dikembangkan menjadi tujuan yang nyata, PASANG TARGET. Dii..kiitt dikit aja. Yang penting terwujud dulu.

Misal bulan ini harus baca 6 buku sampai tamat, apapun itu genre-nya, seminggu hafal satu surat di juz 30. Something like that :”)

So, jadilah adaptor yang bermanfaat, for the sake of your own life, actually. But everything, everyone around you can gain the positive vibes~

Good bye.

Horas.

Wassalamualaikum~


Sok yes gini tapi gue mah apa atuh, sebagai sarana penasihat pribadi juga :’3

Semangat!

 

 

Akhirnya kelar juga tulisan ini. Udah berapa bulan kali mendekam di draft :’) sedihh…

Walaupun sedikit, semoga bermanfaat. 🙂

Efek masih baper sama Alfa Sagala :’) eh tapi aku emang suka kata ‘Horas’ sih.. ehehe 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s