Episode Kehidupan

Umur gue 19 tahun, plus plus. Dalam hitungan bulan bakalan mencapai angka 20. Setelah gue pikir-pikir, 20 tahun itu sebuah pencapaian bro, angka yang fantastis bagi kedua orang tua kita yang telah merawat dan mendidik dengan sepenuh hati.

Dalam 20 tahun, banyak hal terjadi. Meskipun gue yakin ga sebanyak temen-temen yang seusia sama gue (Gue emang kalah kalau masalah pengalaman :3).
Dari gue kecil yang susah banget buat disuruh makan, sampai gue yang selalu gercep dan tandas kalau soal makanan. Dari gue yang sering main ke rumah orang, ngacak-acak sampai sudut terdalam–sering minta makan juga, btw–sampai gue yang ngerasa canggung dan heran kenapa hal itu pernah gue lakukan. Banyak hal absurd yang nggak lo sangka-sangka bakal terjadi di hidup lo, tapi faktanya bener-bener kejadian. Sesuatu yang disebut perubahan.

Beberapa minggu yang lalu gue berkesempatan buat main ke gua lagi, gua ketiga dalam hidup gue (selain gua wisata yak :3 sebenernya pun gua wisata baru 2 gua dah keknya). Dulu, satu-dua tahun yang lalu nggak ada gue kepikiran bakal ngalamin yang namanya masuk ke gua vertikal. Seriusan. Boro-boro, baru tau kalau gua itu ada yang vertikal aja beberapa bulan yang lalu-_-

Lalu, satu hal yang sepele tapi nggak gue sangka-sangka, gue dulu selama SD, SMP, SMA, sampai tingkat 1 di perkuliahan nggak pernah ngelakuin apa yang namanya tidur di kelas pas guru lagi menjelaskan. Tapi, entah apa pemicunya, sejak kapan dimulai, gue tidur di kelas bro! (juga udah 2x skip kelas!) Itu bener-bener pencapaian. Ortu gue bakalan kaget parah kalau tau soal ini. Seorang Alfin, secara good girl-nya mereka. Meskipun gue sadar, gue nggak bisa menjelaskan kenapa perubahan-perubahan ini terjadi, pun berusaha kembali menjadi Alfin yang dulu lagi. Tapi gue tau satu hal, bibit-bibit pemberontak memang ada di diri gue. Gue tau pasti soal itu. Satu asumsi gue, kenapa gue memilih tidur di kelas di saat-saat tertentu, karena gue udah tau gimana asiknya main. Gaya belajar gue emang kinestetik, gue gampang bosen, dan hiperaktif. Jadi ketika ada hal yang bikin gue bosen, gue ngerasa hal itu ga menarik, gue lebih milih tidur. Semacam tubuh yang udah dikasih antibiotik 60%, kalau ada virus lagi yang nyerang, antibiotik 40% ga bakal bisa ngelawan virus itu. Nggak bakal mempan.
Tapi satu hal, gue suka belajar kok, tapi dengan cara gue sendiri.

Gue ulangin lagi, banyak hal yang terjadi. Entah dalam durasi singkat ataupun lama, perubahan pasti bermunculan. Itu bukan suatu kesalahan. Itu adalah salah satu rangkaian episode kehidupan.

Setiap episode, tiap-tiap kisah, pasti ada latar belakangnya, ada histori tersendiri, ada makna yang menyertai. Entah sejak kapan, tapi gue suka buat memahami setiap episode itu, mencari-cari makna di baliknya.

Seperti saat gue dihadapkan pilihan antara hasil SBMPTN atau hasil USM PKN STAN, kebimbangan yang gue hadapi membuat gue merenungi apa kiranya makna dibalik semua ini. Kenapa gue disuruh milih antara 2 hal itu. Dan saat itu yang gue temuin adalah mungkin gue lagi dilatih buat nggak egois dan lebih dewasa. Lalu saat pilihan telah ditetapkan, dan suatu akibat datang menyertai, makin tampak lah apa hikmah dibalik itu semua.

Baru-baru ini gue sampai di satu lagi episode kehidupan gue yang bener-bener asing. Yang bikin gue bingung harus ambil sikap bagaimana. Yang susah banget buat nemuin apa kira-kira makna di baliknya dibanding hal-hal yang gue alamin sebelumnya. Yang bikin gue yang biasanya selalu berpikir positif akan masa depan, dengan moto gue ”Tidak ada yang tidak mungkin.” jadi mikir kalau itu nggak relevan lagi dan membuat gue berpikir ulang.

Gue nggak berani blak-blak an soal apa itu yang lagi gue omongin, tapi akhirnya setelah berhari-hari gue berhasil nemuin maknanya, yang bener-bener nampar banget. Intinya episode kali ini mengubah pandangan gue soal suatu hal. Dari gue yang sebelumnya cenderung nge-judge dan punya pemikiran ”Ih, kok bisa ya. Kan bisa milih buat nggak kayak gitu.”, jadi punya pemikiran lain yang 180° dari sebelumnya setelah gue bener-bener berada di posisi itu, sebagai lakon utamanya.

Sama seperti kejutan-kejutan yang lainnya, episode satu ini datang dengan tiba-tiba. Gue nggak pernah ada pikiran sedikitpun hal ini bakal terjadi di hidup gue. Bener-bener nggak sama sekali. Tapi setelah gue pikir-pikir, gue coba runut alurnya kenapa gue bisa sampai di titik ini, gue sadar sebenernya episode kali ini nggak semengejutkan itu. Ini bukanlah suatu hal yang tiba-tiba. Dia melewati proses dulu, yang bener-bener smooth tanpa gue sadari. Dan ketika dia dekat, tau tau aja gue udah terjebak di dalamnya.

Sampai saat ini, meskipun gue udah tau satu hikmahnya, gue nggak tau keputusan apa yang harus gue ambil. It’s like I left it hanging. Atau kasarnya gue yang terlalu pengecut buat ngambil keputusan. Sepertinya gue tau jalan mana yang harus gue pilih, tapi sayangnya jalan satunya lebih menggiurkan buat manusia penuh dosa seperti gue ini terjerumus. Gue tau, sepertinya Tuhan sedang rindu gue. Dia iri karena gue mangkir dari tugas gue sebagai manusia, makhluk-Nya. Memanglah gue yang sekarang telah terdegradasi dari gue yang dulu.

Dengan nulis ini, gue makin paham mana yang bener mana yang keliru. Mana yang hitam, mana yang putih. Gue sadar kalau suatu kesalahan bila gue yang sebenernya tau bertingkah seakan-akan gue nggak tau apa-apa. Ini seakan gue dipanggil-panggil dan gue denger tapi pura-pura nggak tau dan nggak mau tau soal si pemanggil itu. Serius, gue jahat banget kalau gitu.

Oke. Bismillah, gue akan mulai melangkah. Menjauhi zona abu-abu yang gue ciptakan sendiri, menuju arah suara Sang Pemanggil itu.

Ya, sepertinya ini kesempatan untukku. Yang telah diberikan oleh-Nya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Pesan untuk Alfin di masa depan: Jangan lalai, sayangku.

Jumat, 1 Juni 2018.
03.33
1195

 

6 thoughts on “Episode Kehidupan

    1. semester ini gue rasain juga memang arghhh bgt.. bikin males kelas dan skip selalu menggoda… tapi ayo fin jangan terlena. #NoteToMyselfAsWell

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s