Kenapa Pergi?

Jadi, kenapa pergi?
Bahkan sambil berlari
Apakah sesuatu yang jauh itu menarik hati?
Baiklah, aku sudah terbiasa sendiri

Ruang Aksara

Lalu, kenapa pergi?

Di saat hati sudah tak terkunci

Dan sunyi tak kupecah sendiri

Kenapa pergi?

Ketika ruang telah kutata rapih

Kau berlalu tanpa permisi

Meninggalkan kepulan harap

pada secangkir kopi

Yang kureguk tanpa basa-basi

Malam semakin malam

Sepi kian mendalam

Dan kepalaku terus menggumam

Kenapa pergi?

View original post

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s