Kusebut Itu Tidak

Hei,

Sudah berapa lama sejak kita saling tahu?

Sebuah perkenalan untuk awal yang baru

Gema namaku dan namamu melayang di angkasa pagi itu

Tanpa tiada yang tahu, pun diriku, bila radarku telah menangkap frekuensi gemamu

 

Gurat-gurat pilihan tercipta

atas keputusan manusia-manusia

Adalah aku di antaranya

 

Ku langkahkan kakiku perlahan

Lamban penuh kehati-hatian,

Brutal tanpa pikir jauh ke depan

 

Jalur kita memang tengah bersisian

Dengan segala konsekuensi dan kemungkinan

Kau tentu tahu itu, kan?

Meskipun terkadang memang menyerbu tanpa peringatan

 

Hei,

sampai di mana kita kala ini?

Revolusi matahari terjadi tanpa kita sadari

Bulir jam pasir yang jatuh karena gravitasi

kurasa tidak akan bertahan lama lagi

Dan aku ketakutan atas fakta yang kulalui

 

Aku bahagia,

sangat ku berharap kau begitu pula

Momen-momen telah kita lalui bersama

Dengan tatap muka,

dari surya menyapa hingga pukul dua puluh dua hampir setiap harinya

 

Tertawa, bekerja, bercanda, sesekali belajar bersama

Terkesan normal untuk semua orang seusia kita

Tapi tidak untuk diriku rupanya

Yang tiada bisa bedakan apa itu rasa suka, dan hanya sekedar bahagia

 

Aku suka,

betapa interaksi kita berbeda

Kerap berjumpa jadikan kita hampir tak pernah bercakap di sosial media

Tak perlu merekam jejak percakapan kita di sana

Cukuplah tercatat di benak aku, kamu, juga mereka

 

Tapi kusebut itu tidak,

ketika setetes rindu menenggelamkan segalanya

Sepercik kesadaran malah menyesakkan dada

Dan aku ingin menjadikanmu milikku seorang saja

 

Ku sebut itu tidak,

ketika jarak nyata ada di antara kita,

membentang jauh dan melarangku tuk menemuimu di tempat biasa kita bercengkrama

Dan ketika perbedaan yang sedari awal telah tercipta,

menjadi garis putih yang kontras untuk dua warna

 

Kusebut itu tidak,

ketika ku ingin berlari ke arahmu

karena ingin tahu apa kiranya isi benakmu

Dan ketika semua tak lagi sama

saat pemikiran-pemikiran yang memuakkan mendera

 

Dan kusebut itu tidak,

saat kau riang berkelakar bersama denganku

Namun setelah kita tak lagi bertemu

kau hanya diam membisu

Seakan kau menepisku sebelum maju

 

Yah, mungkin hanya aku yang terlalu lugu atas asumsi semu

 

 

 

___________________________________

Tegal.

11:95

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s