My Negative Mind (1)

Lama gue nggak nulis. Belakangan ini baru kepikiran: “Eh, lama nggak nulis, nih. Nulis kuy, rindu”.

Barusan aja gue pengen nge-post puisi. Soalnya pikiran gue lagi ribut dan random banget. Mood-nya pengen melampiaskan lewat puisi. Tapi gue berubah pikiran.

Itu karena waktu gue lihat di draft, rupanya ada dua tulisan pending. Gue terbahak waktu baca judulnya. Payah.

Kalian tau apa? Yang pertama itu “Bukan Masalah!” (Iya pakai tanda seru!) dan satunya adalah “Menghidupi Hidup”. Gue yakin 101% gue nggak bakalan ngelanjutin tuh tulisan. Selain karena gue nggak mood, gue juga udah kehilangan ‘latar belakang’ buat nulis tulisan itu.

Setiap gue nulis, pasti itu karena keresahan. Juga sebagai upaya buat menyemangati diri, meluruskan alur berpikir, dan berusaha mencari yang positif di antara peristiwa-peristiwa yang nampak buruk.

Kalau kalian perhatiin, tulisan gue selalu penuh dengan aura negatif. Selalu saja dikelilingi dengan negative vibes. Bisa dilihat dari judul-judul yang datar dan misterius ala-ala semacam Pemikiran Tengah Malam, Episode Kehidupan, juga Rasionalitas yang semuanya intinya soal keresahan gue, ditambah pemikiran-pemikiran negatif-sarkastik yang sangat menggurui dan sok dewasa.

Kenapa gue ketawa? Lebih tepatnya menertawai diri sendiri? Itu karena 2 judul tadi sangat-sangat membawa aura positif nan cerah XD Yang dalam hati aku mafhum kenapa tulisan itu nggak kelar, karena pasti sedetik ketika aku kepikiran judul dan mulai menulis, pikiranku langsung teralihkan dengan hal lain. Sesuatu yang kelam, sedih, dan penuh pertentangan.

Udah pernah gue bilang di salah satu tulisan gue kalau gue adalah orang yang optimis sekaligus pesimis.

Berpikiran optimis akan masa depan yang misterius, tapi juga setiap harinya berpikiran jelek soal dunia, kehidupan, dan terutama manusia, termasuk diri sendiri.

Gue bener-bener gemes sama diri sendiri. Kenapa nggak tanggung jawab buat ngelarin tulisan yang udah gue mulai sendiri. Tapi mau gimana lagi, gue bener-bener nggak bisa inget kenapa gue bisa nulis macam gitu di awal. Apa yang gue pikirin dan gue rasain saat itu, gue nggak inget.

Jadi, biarlah tulisan itu tetap menjadi draft ya?

 

 

 

 


Nggak tau ini gue nulis apaan.

Biar jadi bahan ketawaan di masa depan waktu gue baca ulang.

Bye.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s