Semua Butuh Waktu

2019.
Post pertama gue di tahun ini.

Jadi gue nulis ini tanpa motivasi emosional apapun, melainkan cuma karena udah bulan Maret tapi blog ini nggak ada update tulisan sama sekali. Haha.

Menuhin target ceritanya.

Oke, enaknya nulis apa ya..


 

Gue tau di umur sekarang seharusnya gue udah punya pola pikir yang dewasa. Semacam logis, realistis, rela berkorban, cepat mengambil keputusan, dan kawan-kawannya.

Tapi setiap orang punya masanya masing-masing. Tumbuh dewasa itu bukan suatu hal yang seragam bagi tiap orang. Misalkan di usia 23 tahun kita, semua manusia, akan bertingkah laku seperti yang telah diprogram Sang Pencipta. Bukan. Pertumbuhan dan perkembangan mental nggak sama seperti pertumbuhan dan perkembangan secara physically. Bahkan pertumbuhan fisik, yang dulu kita pelajari zaman SD, yang bertahap-tahap pun ada peristiwa-peristiwa yang terjadi di luar ”aturan” itu.

Gue sama sekali nggak tau apakah gue dewasa apa enggak. Tapi, kalau harus berpendapat sih, gue akan bilang gue masih sangat bocah. Self-centered, usil, sarkas, sok tau, berisik, suka protes, dsb. Itu ciri-ciri tingkah anak-anak kan, ya?

Gue tau kita sama sekali nggak bisa ngebandingin manusia satu sama lain. Kita semua beda, nggak ada satupun variabel yang bisa dipersamakan. (Eh, ada, deng. Sama-sama makhluk ciptaan. Inferior.) Tapi kalau buat introspeksi diri, gue rasa ngebanding-bandingin itu dibutuhkan.

Kita sama-sama hidup di dunia ini nggak tau apapun. Buta arah. Ada sih kitab, tapi buat memahaminya itu susah banget. Apalagi manusia itu banyak protes, terutama gue. Jadi begitulah, nggak papa belajar dari kisah hidup, pemikiran, dan keputusan-keputusan orang lain, buat pembelajaran diri sendiri. Asal kagak kebanyakan sampai bikin down yak. (Ngaca uy!)

Akhir-akhir ini yang ada di pikiran gue adalah, hidup mau ngapain? Keknya dari dulu mikir soal itu, sih. Tapi baru kali ini gue menemukan pemikiran yang baru. Yang lumayan positif menurut gue. Jarang-jarang gue mikir positif soalnya. Wkwkwk.

Pertama, gue bersyukur, gue masih hidup dan ternyata tiap hari apa yang terjadi itu beragam. Hidup itu penuh ”kejutan”. Bukankah begitu? Gue beberapa tahun, atau beberapa bulan yang lalu nggak mikir sama sekali kalau apa yang terjadi masa kini bakal terjadi, nggak mikir kalau pemikiran gue bisa berubah sedemikian rupa. Karena itulah gue percaya kata-kata: You’ll never know until it happens to you. Soalnya, dengan mengalami langsung, percaya deh pandangan lu akan suatu kondisi bakal berubah. Yang awalnya menggampangkan dan sok menasihati, bakalan kicep deh jadinya kalau ngalamin sendiri.

Gue, baru udah 20 tahun. (Udah bisa disebut tua belum sih?) Tapi gue udah ngerasa capek sama pemikiran gue sendiri. Pemikiran yang berisik dan sering mempertanyakan alasan di balik banyak hal. Salah satunya soal hidup. Yang semuanya berujung jalan buntu, nggak nemu jawaban. Gue harus puas sama asumsi-asumsi. Gue berusaha berdamai saat muncul suatu kesadaran bahwa nggak harus kita tau semuanya sekarang. The reasons, the meanings. Semuanya berproses. Perlahan-lahan, sesuai dengan ”matematika” Tuhan. Kita nggak bisa protes dan mempertanyakan kehidupan manusia pun soal keadaan dunia. Gue masih 20 tahun bro, nggak ada apa-apanya dah, pengalaman hidup bisa dibilang hampir nol. Ngomong aja belum lancar. Dengan kondisi macam gitu, masa iya gue dengan songongnya mempertanyakan rahasia alam? Haha.

Di umur dengan angka segitu, gue tersadar bahwa jalan hidup gue masih panjang (kalau diizinkan), beragam ups and downs masih banyak yang bakal berdatangan, pakai banget! Meskipun gue nggak pengen jadi tua, pengennya macem bocah terus, gue sadar dengan bertambahnya masa yang kita lalui, makin tambah juga pemahaman kita, lebih luas, lebih dalam, dan lebih dewasa.

Jadi, calm down, Pin. Keep your curiosity alive. Tapi jangan terlalu mengambil alih sampai-sampai lu berlagak macam yang paling bener di dunia ini melebihi your Lord.


Dan, congratulations, Pin.
Ini jadi post pertamamu yang dilingkupi oleh positive vibes :’)

 

 
Bintaro, 6 Maret 2019.
Pegawai yang merangkap sebagai pemimpi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s