Berubah atau Ter-ubah

Siapa yang tidak sepakat dengan pernyataan kalau manusia senantiasa mengalami perubahan?

Dan ketika membahas mengenai perubahan, yang ikut menyertainya adalah waktu. Atau bisa dikatakan adanya perubahan adalah karena waktu yang terus bergerak– namun juga tidak selalu seperti itu.

Waktu tidak dapat berdiri sendiri untuk menjadi terlihat. Waktu ada di setiap perputaran bumi, air laut yang surut dan naik, daun yang menguning dan gugur, dan tangisan bayi yang memecah fajar.

Waktu berbeda dan relatif bagi setiap orang. Pun memberikan dampak yang berbeda bagi proses kehidupan para manusia. Mengapa momen bahagia terasa singkat dan semua yang menyedihkan rasanya menggelayuti dan tidak segera berlalu? Rupanya itu karena manusia memiliki persepsi yang berbeda terhadap waktu. Pengalaman, kebiasaan, dan harapan (ekspektasi) menjadi faktor mengapa waktu terasa berbeda untuk setiap manusia (FK Fikri, 2008).

Juga, bagi seseorang seperti diriku. Aku dengan yakin menyatakan aku berubah. Atau, waktu mengubahku?

Sepanjang 21 tahun usiaku, mungkin tidak seberapa perubahan-perubahan yang terjadi pada diriku. Aku masih alfina yang kekanakan, ceroboh, sensitif, dan sarkastik. Namun, tidak dapat kuelakkan aku merasakan aku berbeda.

Aku yang keras kepala dan idealis menurutku sudah tidak berada dalam taraf ekstrimnya. Aku merasa bisa memahami pemikiran realistis yang dikatakan orang-orang. Memahami bahwa tidak selamanya prinsip hidup yang kita pegang mutlak diwujudkan. Karena dunia tidak selurus itu, bung. Kita tidak bisa memaksakan apa yang menurut kita baik untuk dijalankan seriap orang– meskipun itu memang baik. Setiap orang memiliki pilihan. Mereka berhak mengusahakan pemikirannya dan menata hidup mereka.

Alfina yang selalu let it flow juga mendapatkan titik baliknya. Aku yang tidak terbiasa merencanakan, aku yang suka berharap dan terlalu optimis menantikan kejutan-kejutan kecil dalam hidup, aku yangtidak memiliki RKJP (rencana kehidupan jangka panjang, wkwks), secara perlahan berubah.

Aku bersyukur mendapatkan kesempatan untuk merasakan bahwa hidup itu nggak bisa selalu dibiarkan mengalir. Hidup itu perlu diatur, ditempatkan, dibagi, dipilah-pilah, sehingga tidak ada penyesalan yang muncul karena kita sudah mengusahakan sesuai yang kita bisa.

Aku berubah. Orang-orang di sekitarku berubah. Ditemani waktu yang terus melangkah. Fakta bahwa aku berubah bukan hanya karena aku sendiri yang mengusahakan untuk berubah. Itu semua ditemani oleh Sang Waktu dan peristiwa yang terjadi, juga orang-orang yang ada di dalamnya.

Berubah atau ter-ubah, itu semua adalah pilihan kita. Yang muncul dari kesadaran diri kita sendiri, ataupun karena peristiwa yang bersinggungan dengan orang lain dalam hidup kita. Namun, peristiwa hidup, perbuatan dan perkataan orang lain apalah artinya jika kita sendiri tidak mau mengambil langkah, memutuskan untuk berubah.


Semangattt! 💙

Terima kasih untuk Pencipta Seisi Dunia dan semua makhluk-Nya yang berjasa.

Alfina @PUP, Bekasi.

 

6 thoughts on “Berubah atau Ter-ubah

  1. Well said, pin. 😀

    Tulisannya sangat keren, terstruktur, dan sarat kebijaksanaan. Ditambah kutipan ilmiah serasa baca jurnal. Lengkap ! 😀

    Sangat setuju dengan waktu yang tidak dapat berdiri sendiri untuk terlihat. Dalam teori relativitas dikenal dengan istilah spacetime. Waktu dan ruang secara bersama sama membentuk sebuah realitas di mana kita hidup di dalamnya. Waktu, indeed, tidak bisa berdiri sendiri. It’s very cool ! 😀

    “Setiap orang memiliki pilihan. Mereka berhak mengusahakan pemikirannya dan menata hidup mereka.” as long as it doesn’t harm others in the process, i couldn’t agree more.

    Secara keseluruhan, tulisannya bagus dan tata bahasanya, kalau aku boleh bilang, terasa nuansa pram, yang mana membuat ini sangat kerennnn. Aku ndak tahu betul atau ndak nuansa pram itu, tapi menurutku bahasanya, pemilihan dan peletakan katanya kewrennn. Cool, pin 😀

    Dan terakhir, PUP itu nama daerah di bekasi kan ? Bukan sebuah kata kerja ? Wkwkwkw i’m just kidding.

    Te Amo, pin.

    1. :’)))))))))) Haiii piq. Thanks to you. I’m enlightened :))) Aku jadi terinspirasi buat naruh kutipan-kutipan biar lebih ingat kalau itu fakta dan ada sumbernya.

      Woww ada istilahnya ya piq. Kan aku ndak tau :3 Spacetime :)))) thank youuu.

      Yeahhhh.. Itu terpenting. Terima kasih tambahannya :)))) ndak boleh merugikan orang lain. Ndak baik :((

      Woghhh :”))))) aku ndak tau pak pram gimana. Thank youuu piqqq :)))))

      Wkwkwkwk :’DD xD

      Ich liebe dich, piq.

      1. Waaaaaa aku ndak mengira seorang aku bisa menginspirasi. Terima kasih alpinn :”))

        Kan makin keren. Aku tau spacetime karena baca. Kalau belum baca dan sdh tau itu makin tambah keren.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s