Puisi #3

Kenapa manusia mendambakan validasi?

Mencari dukungan di kanan kiri,

Menampilkan diri yang dipoles mumpuni

Berkualitas tinggi, tidak bercela, lagi terpuji

 

Dalam hati merintih ingin ditemani

Mau dipercaya juga dipahami

Mendengarkan mimpimu dengan antusias tinggi

Tersenyum bersamamu dan tidak saling memunggungi

Keluh kesahmu didengarkan dengan sepenuh hati

Kamu genggam erat semuanya agar tidak pergi

Apa daya, tidak bisa dipungkiri

Akhirnya kita hanya berkawan dengan diri sendiri

 

 


10 Mei

Alf.

Water Drops

Tes.

Tes.

Tes.

Tangan kiriku menyeka tetes demi tetes air yang tak berhenti turun.
Langkahku melambat setelah sebelumnya terus berlari entah untuk berapa lama.

Seharusnya tidaksepeti ini. Aku tidakpernah berlari. Tidak pernah kubiarkan tubuh indahku bermandikan peluh. Sangat menjijikkan.

Malam ini hujan turun dengan lambat. Seingatku sudah lima jam langit menangis. Menumpahkan segala beban yang sudah terakumulasi penuh.
Namun bukan itu yang membuat malam ini berbeda.

Biasanya adrenalinku terpacu, sangat mendebarkan ketika aroma khas tanah basah bercampur dengan anyir darah menyerbu masuk ke dalam indra penciumanku.

Sialnya malam ini aku gagal.
Artinya, besok ada dua nyawa yang menanti untuk kupermainkan.

 

 


Sama seperti tulisan gue yang sebelumnya. Tulisan ini pernah gue post di wattpad.
Tulisan dengan genre 100 kata ini terinspirasi dari situs kemudian.com.
Dulu gue pernah nulis di sana juga, banyak banget 100 kata yang bagus bagus. Tapi baru di wattpad gue nulis genre itu.

Soundless Sleep

Hampir tengah malam. Segalanya gelap. Tak ada aktivitas manusia yang kudengar selain helaan nafasku yang tersendat-sendat.

Tubuhku otomatis terjaga setelah rehat selama dua jam.
Aku tidak paham bagaimana tepatnya tubuhku bekerja, tapi yang jelas tiga bulan terakhir ini jadwal tidurku benar-benar kacau. Aneh memang karena aku menyadarinya. Harusnya setelah segala hal yang terjadi aku tidak cukup peduli untuk sekadar memerhatikan jam tidurku.

Padahal kali ini aku benar-benar ingin tidur. Tidur yang lama. Selain karena sakit di kepalaku yang tidak bisa di tolerir, juga karena kurasa tak ada hal lain yang dapat kulakukan saat tubuhku terbebat kain putih ini.

 

 


 

Pernah gue post di akun wattpad gue.
Maaf untuk username dirahasiakan.