Soundless Sleep

Hampir tengah malam. Segalanya gelap. Tak ada aktivitas manusia yang kudengar selain helaan nafasku yang tersendat-sendat.

Tubuhku otomatis terjaga setelah rehat selama dua jam.
Aku tidak paham bagaimana tepatnya tubuhku bekerja, tapi yang jelas tiga bulan terakhir ini jadwal tidurku benar-benar kacau. Aneh memang karena aku menyadarinya. Harusnya setelah segala hal yang terjadi aku tidak cukup peduli untuk sekadar memerhatikan jam tidurku.

Padahal kali ini aku benar-benar ingin tidur. Tidur yang lama. Selain karena sakit di kepalaku yang tidak bisa di tolerir, juga karena kurasa tak ada hal lain yang dapat kulakukan saat tubuhku terbebat kain putih ini.

 

 


 

Pernah gue post di akun wattpad gue.
Maaf untuk username dirahasiakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s