Water Drops

Tes.

Tes.

Tes.

Tangan kiriku menyeka tetes demi tetes air yang tak berhenti turun.
Langkahku melambat setelah sebelumnya terus berlari entah untuk berapa lama.

Seharusnya tidaksepeti ini. Aku tidakpernah berlari. Tidak pernah kubiarkan tubuh indahku bermandikan peluh. Sangat menjijikkan.

Malam ini hujan turun dengan lambat. Seingatku sudah lima jam langit menangis. Menumpahkan segala beban yang sudah terakumulasi penuh.
Namun bukan itu yang membuat malam ini berbeda.

Biasanya adrenalinku terpacu, sangat mendebarkan ketika aroma khas tanah basah bercampur dengan anyir darah menyerbu masuk ke dalam indra penciumanku.

Sialnya malam ini aku gagal.
Artinya, besok ada dua nyawa yang menanti untuk kupermainkan.

 

 


Sama seperti tulisan gue yang sebelumnya. Tulisan ini pernah gue post di wattpad.
Tulisan dengan genre 100 kata ini terinspirasi dari situs kemudian.com.
Dulu gue pernah nulis di sana juga, banyak banget 100 kata yang bagus bagus. Tapi baru di wattpad gue nulis genre itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s